Friday, October 28, 2011

Beda Strategi, Model, Pendekatan, Metode, dan Teknik Pembelajaran

Banyak yang tidak paham dengan perbedaan anatara strategi, model,pendekatan, metode, dan teknik. Nah berikut ini ulasan singkat tentang perbedaan istilah tersebut.
Model pembelajaran adalah bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikansecara khas oleh guru di kelas. Dalam model pembelajaran terdapat strategi pencapaian kompetensi siswa dengan pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.

Pendekatan adalah konsep dasar yang mewadahi,menginsipi rasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu.

Metode pembelajaran adalah prosedur, urutan,langkah- langkah, dan cara yang digunakan guru dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Dapat dikatakan bahwa metode pembelajaran merupakan jabaran dari pendekatan. Satu pendekatan dapat dijabarkan ke dalam berbagai metode pembelajaran.
Dapat pula dikatakan bahwa metode adalah prosedur pembelajaran yang difokuskan ke pencapaian tujuan.

Dari metode, teknik pembelajaran diturunkan secara aplikatif, nyata, dan praktis di kelas saat pembelajaran berlangsung.

Teknik adalah cara kongkret yang dipakai saat proses pembelajaran berlangsung. Guru dapat berganti- ganti teknik meskipun dalam koridor metode yang sama. Satu metode dapat diaplikasikan melalui berbagai teknik pembelajaran.
Bungkus dari penerapan pendekatan, metode, dan teknik pembelajarantersebut dinamakan model pembelajaran.

Sebagai ilustrasi, saat ini banyak remaja putri menggunakan model celana Jablai yangterinspirasi dari lagu dangdut dan film Jablai. Sebagai sebuah model, celana jablai berbeda dengan celana model lain meskipun dibuat berdasarkan pendekatan, metode, dan teknik yang sama. Perbedaan tersebut terletak pada sajian, bentuk, warna, dan disainnya. Kembali ke pembelajaran, guru dapat berkreasi dengan berbagai model pembelajaran yang khas secara menarik, menyenangkan, dan bermanfaat bagi siswa. Model guru tersebut dapat pula berbeda dengan model guru di sekolah lain meskipun dalam persepsi pendekatan dan metode yang sama.

Oleh karena itu, guru perlu menguasai dan dapat menerapkan berbagai strategi yang di dalamnya terdapat pendekatan, model, dan teknik secara spesifik. Dari uraian di atas, dapat dikatakan bahwa sebenarnya aspek yang juga paling penting dalam keberhasilan pembelajaran adalah penguasaan model pembelajaran.

Sumber:
www.klubguru. com

Wednesday, October 26, 2011

Cara Menghitung Akar Pangkat Dua

Wah, udah lama banget ga belajar cara ngitung akar pangkat dua, akhirnya pas adekku nanya jadinya lupa deh. Jadinya tadi googling dlu buat nyari tahu..(hehe..malu2in nag matik lupa caranya..)
Skrng udah ingat nih.. Jadi angkanya dipisahkan dlu jadi dua. Dari belakang diambil dua angka sebagai bagian kedua. Misal angkanya 216 berarti jadinya 2 16. Klo 2125 berarti 21 25.. Gt..
Trz kita lihat angka yang di depan. Kita cari perkalian kuadrat yang paling mendekati angka tersebut. Lalu dikurangkan. Berikutnya angka tadi dijumlahkan. dan seterusnya. Biar enak lgsng contoh aja nih..
misalnya akar dari 256
(1) pisahin 2 angka dari belakang jadi 2 56
(2) angka pertama, yaitu 2 itu hasil bilangan kuadrat dari.berapa kali berapa, pilih yang mendekati yaitu 1 x 1 = 1..
(3) tulis hasilnya di sebelah kanan soal
(4) lanjutannnya 2-1=1. sehingga sisanya 156.
(5) langkah berikutnya, bilangan kuadrat tadi di jumlahin , karena 1x1 =1 maka 1+1 = 2
(6) lalu 2_ x _ yang mendekati atau sama dengan 156. tanda ‘_’ diisi angka yang sama. Disini kita isi dengan 6 sehingga 26x6=156
(7) kita tulis lagi angka 6 di sebelah kanan.
(8) diperoleh nilainya 16.
(9) jika pada langkah 6 nilainya baru mendekati, berarti perhitungan masih berlanjut..
         √2 56
1x1  = 1
2_x_= 1 56
26x6= 1 5 6
        =      0        --->Jadi, jawabannya = 1 6

Contoh lain:

           √12 25
3x3    =  9
6_x_  =  3 25
25x5  =  3 25     
          =     0          --->Jadi, jawabannya 35

Tuesday, October 25, 2011

Tips Belajar : Cara Memahami Permasalahan Logaritma

Saat dulu PPL, sampai sekarang kalau ngelesi, logaritma termasuk bab yang sulit buat anak2 SMA. Susah sifatnya lah.. Gag tau harus gimana lah.. Dan lain sebagainya. Oleh karena itu, ku jadi berpikir gimana caranya biar anak2 bisa ngerti cara ngerjain logaritma. Susah emank, dlu pas SMA ku juga ga ngerti soalnya..hehehe..
Setelah kuliah di matematika, walau kuliahnya ga berhubungan dengan logaritma, tapi ide berpikirnya ternyata sama. Bahkan bisa dibilang semua permasalahan matematika cara menyelesaikannya sama., yaitu apa yg diketahui dan apa yang ditanyakan. Selalu begitu. Maka dari itu pas kita SD ato SMP dering disuruh tulis ‘Diketahui’ dan ‘Ditanyakan’ kan?..
Kembali ke logaritma. Ada beberapa jenis permasalahan logaritma. Tapi yang sering ku jumpai itu adalah menyederhanakan dan menghitung nilai suatu logaritma dengan diketahui nilai beberapa logaritma.
Untuk menyelesaikan kedua jenis permasalahan tersebut, pertama kita harus tau sifat2 logaritma, dan menurut ku mengingatnya bukanlah hal yg terlalu rumit. Misal:
1. dapat diingat dengan bahwa kalau ditambahkan jadi dikalikan.

2. dapat diingat dengan kalau dikurang jadi dibagi.

3. dapat diingat dengan pangkat DEPAN maju jadi DI BAWAH, dan pangkat BELAKANG maju jadi DI ATAS. Atas menunjukkan pembilang dan bawah menunjukkan penyebut.

4. dapat diingat dengan belakang jadi logaritma di atas dan depan jadi logaritma di bawah, dan p menyesuaikan dengan soal.

5. dapat diingat dengan logaritma kalau mau dibalik ya se-per-nya.


Untuk sifat yang pertama ini seharusnya semua siswa SMA sudah bisa. Misal
. Hal ini juga berlaku sebaliknya, yaitu . Ingat bahwa semua sifat itu berlaku sebaliknya.


Oke, sekarang masuk ke tahap pengerjaan.

Kedua permasalahan tersebut, langkah pertama untuk menyelesaikannya adalah MEMBUAT SEMUA BILANGANNYA MENJADI BILANGAN BERPANGKAT. Misal kita buat menjadi

Kemudian dengan menggunakan sifat 3, pangkatnya kita ‘majukan’, sehingga diperoleh



Apabila ada bilangan yang tidak bisa dipangkatkan, UBAH MENJADI BENTUK PERKALIAN. Misal kita ubah menjadi

Kemudian, karena kalau tambah jadi kali maka kali jadi tambah. Sehingga Dan selanjutnya, dengan sifat 3, diperoleh 2.


Tetapi, jika bilangan didepan tidak bisa dipangkatkan, misalmaka kita tetap jadikan bentuk perkalian, yaitu

Kemudian, kita gunakan sifat 4, sehingga diperoleh dengan nilai p yang nanti akan kita ganti sesuai dengan ‘kebutuhan soal’.

Selajutnya, dengan sifat 1 dan 3 diperoleh



Itulah dasar-dasar dalam mengerjakan permasalahan logaritma. Berikutnya kita akan mengimplementasikan kedalam soal yang biasanya keluar..^_^

Sunday, September 25, 2011

RPP : Menyusun Persamaan Kuadrat Baru

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran : Matematika
Satuan Pendidikan : SMA
Kelas / Semester : X / Ganjil
Alokasi Waktu : 45 menit
clip_image001
Standar Kompetensi
Memecahkan masalah yang berkaitan dengan fungsi, persamaan dan fungsi kuadrat serta pertidaksamaan kuadrat
Kompetensi Dasar
Melakukan manipulasi aljabar dalam perhitungan yang berkaitan dengan persamaan dan pertidaksamaan kuadrat.
Indikator
Siswa dapat :
1. Menyusun persamaan kuadrat yang akar-akarnya diketahui,
2. Menyusun persamaan kuadrat yang hasil jumlah dan hasil kali akar-akarnya diketahui,
Tujuan Pembelajaran
Menyusun dan menyelesaikan persamaan kuadrat yang akar-akarnya atau hasil jumlah dan hasil kali akar-akarnya diketahui.
Materi Ajar
Persamaan Kuadrat
Metode Pembelajaran
Ceramah, Tanya jawab,pembelajaran berbasis masalah